Ma. . . . Ma . . . . Maafkan aku, aku tidak pernah mengatakan aku sayang padamu, juga tidak mengatakan aku tidak sayang padamu. Ketika kau selalu bertanya apakah aku sayang padamu, aku tidak berkata apa-apa, aku hanya diam. Melihat aku terdiam, lalu kau ambil kesimpulan bahwa aku tidak menyayangimu, pada saat itu pula aku tersenyum dalam hati, lalu meninggalkanku dengan wajah cemberut, dan saat itu juga senyumku dalam hati malah menjadi sebuah tawa. Begitu sering percakapan seperti itu. Mungkin kau mengira aku tidak menyayangimu atau perduli denganmu, buatku itu tak masalah, aku lebih suka kau menganggapku seperti itu karena bagiku apakah dengan mengatakan aku sayang padamu itu bisa membuatmu lega, jika benar begitu, kau salah kira terhadapku. Ada sebuah alasan mengapa aku lebih memilih diam, karena dengan mengucapkan sayang saja bagiku itu tidak memberikan cukup bukti, sayang menurutku adalah sebuah tindakan, aksi, dan reaksi bukan sekedar kata sayang yang terucap dari bibir semata. Maafkan aku ma, aku lebih suka kau menganggapku seperti ini.
#untuk mama
#untuk mama